
Ali Akbar Muhammad | Ketua DPW SPI Maluku Utara | Penulis Buku Revolusi Kaum Tertindas | Pengurus Bidang Ideologi DPN FSBPI
Pertambangan: Ilusi Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan
Argumen yang sering dilontarkan oleh para politisi, akademisi dan pemeritah, bahwa kehadiran perusahaan tambang akan membawa kebaikan bagi masyarakat. Terutama dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, namun realita menunjukan hal berbeda. Kawasan IWIP, digadang-gandang telah memberikan kontribusi atas peningkatan ekonomi Provinsi Maluku Utara (27%) tertinggi di dunia, justru tak memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat. Pertumbuhan tersebut lebih mencerminkan akumulasi modal dan kuuntungan bagi pemodal, bukan kesejahteraan bagi masyarakat.
Dengan demikian, jika pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh korporasi besar dan elite tertentu, maka narasi "pertambangan untuk kemakmuran bersama" menjadi ilusi semata. Bahkan dari hasil keuntungan yang begitu besar dari kawasan industri nickel tersebut tak mampu memberikan perlindungan terhadap lingkungan dan alam. Fakta itu dibuktikan melalui hasil penelitian terbaru dari Nexu3 dan Uniersitas Tadulako melalu uji laboratorium dari sampel seperti ikan dan darah manusia menyatakan ada logam berbahaya mercuri. Temuan menunjukkan bahwa aktivitas industri nikel telah mencemari lingkungan secara sistemik, dan bukti konkret bahwa industri pertambangan tidak hanya merampas ruang hidup, tetapi juga menghadirkan ancaman biologis yang merusak generasi masa depan.
Selain narasi ilusif negara dan korporasi tambang, praktik diskriminasi ras terhadap tenaga kerja asing terus diproduksi, kriminalitas semakin meningkat. Perdagangan perempuan dan pembunuhan misterius terus terjadi semenjak kehadiran perusahaan tambang. Relasi eksploitatif yang timpang melahirkan sistem yang diskriminatif dan kekeran struktural terhadap rakyat. Alih-alih menciptakan ruang ekonomi dan kesejateraan yang aman dan bermartabat, kawasan pertambangan justru menjelma menjadi “drakula” yang terus dibiarkan mengihap rakyat atas nama pembangunan dan investasi.
Baca Juga : Bagian IV : Ketika Tambang Tumbuh Subur, Ekologi Hancur dan Air Mata Mengalir
Baca Juga : Bagian III : Ketika Tambang Tumbuh Subur, Ekologi Hancur dan Air Mata Mengalir
Baca Juga : Bagian II : Ketika Tambang Tumbuh Subur, Ekologi Hancur dan Air Mata Mengalir
Baca Juga: Bagian I : Ketika Tambang Tumbuh Subur, Ekologi Hancur dan Air Mata Mengalir
Baca Juga: