![]() |
| Firman Jabid, Pelaku, berasal dari Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan |
Cogoipa– Sebuah laporan keluarga korban mengungkap kasus dugaan penghamilan yang menimpa anak mereka oleh seorang mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate bernama Firman Jabid. Korban itu diduga dihamili oleh mahasiswa bernama Firman Jabid, asal Desa Dowora, Gane Barat Selatan.
Keluarga korban menyampaikan bahwa Firman Jabid telah berjanji untuk datang ke kampung halaman korban guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun hingga beberapa hari berlalu, janji tersebut tak kunjung ditepati.
“Dia (Firman) sempat berjanji akan datang bertanggung jawab. Tapi sampai sekarang belum ada kabar, bahkan tidak bisa dihubungi,” ujar salah satu anggota keluarga korban, Rabu (29/3/2026).
Menurut keterangan keluarga, berbagai upaya telah dilakukan untuk mempertemukan kedua belah pihak. Namun Firman disebut tidak pernah merespons panggilan telepon maupun pesan dari keluarga korban. Tak hanya itu, komunikasi yang coba dijalin dengan keluarga Firman pun dianggap berjalan dengan dingin dan cenderung acuh tak acuh.
Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke kampus IAIN Ternate. Pihak kampus membenarkan bahwa Firman Jabid merupakan mahasiswa aktif di institusi tersebut. Meski telah berupaya menghubungi yang bersangkutan, Firman juga tidak memberikan respons.
Informasi yang dihimpun dari teman dekat pelaku menyebutkan bahwa Firman baru saja melangsungkan pernikahan. Diduga ia saat ini berada di wilayah Kota Ternate, namun lokasi pasti keberadaannya belum diketahui.
“Kami sudah mendatangi kampus, pihak kampus sudah membantu menghubungi, tapi tidak ada respons. Kami juga sudah menghubungi keluarga pelaku, tetapi mereka tidak menggubris,” tambah keluarga korban.
Keluarga korban akan segera melaporkan kejadian ini kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini pihak kepolisian, untuk segera menangkap Firman Jabid dan memintanya bertanggung jawab atas perbuatannya. Keluarga berharap agar keadilan dapat segera ditegakkan mengingat kondisi psikologis korban yang kini semakin tertekan.(*)
