![]() |
| Ali Akbar Muhammad | Ketua DPW SPI Maluku Utara | Penulis Buku Revolusi Kaum Tertindas | Pengurus Bidang Ideologi DPN FSBPI |
Dari Petani ke Buruh Murah: Hilangnya Kedaulatan Ekonomi Masyarakat
Kehadiran perusahaan pertambangan Nickel juga telah mengubah struktur sosial dan ekonomi masyarakat secara drastis. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa, sebelum ekspansi tambang berlangsung, msyarakat menggantungkan hidup dari aktivitas bertani dan melaut, namun ketika tanah merak dikuasai, laut mereka dicemari, masyarakat dipaksa beralih menjadi buruh murah di perusahaan Nickel. Kalau pun tak menjadi buruh murah, mereka terpaksa harus membangun usaha seperti kos-kosan, dengan menggunakan uang hasil penjualan tanah untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sekilas tentang dampak kehadiran perusahaan Nickel yang telah menyingkirkan masyarakat dari ruang hidup dan menjadikan mereka buruh murah, tercermin dalam pernyataan Veri salah satu dari sekian banyak buruh dan juga warga Lelilef Waibulan yang penulis wawancari menyatakan, bahwa “mayoritas Warga lokal, beralih dari petani ke buruh tambang. Masyarakat lokal sudah tidak punya akses tanah, sebab sudah di kuasai oleh perusahaan”.(Wawancara 17 JULI 2021). Pernyataan ini menandakan bahwa, beralihnya peran masyarakat dari produsen mandiri (petani/nelayan) menjadi buruh tambang dengan upah rendah menandai hilangnya kontrol atas hidup mereka sendiri.
Sejumlah narasi yang diungkapkan oleh beberapa narasumber di atas mewakili gambaran dari sekian banyak realitas sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat dalam sejarah republik ini, yang bukan lagi pemilik atas tanah kelahirannya, melainkan hanya tenaga kerja murah dalam skema industri besar yang menyingkirkan mereka dari ruang hidupnya sendiri. Transformasi paksa ini merupakan bentuk penyingkiran yang sistematis dan menunjukkan bagaimana kapitalisme tambang bekerja: merampas sumber daya alam atas nama investasi, lalu menyingkirkan dan menghancurkan kedaulatan masyarakat lokal.
Baca Juga : Bagian III : Ketika Tambang Tumbuh Subur, Ekologi Hancur dan Air Mata Mengalir
Baca Juga : Bagian II : Ketika Tambang Tumbuh Subur, Ekologi Hancur dan Air Mata Mengalir
Baca Juga: Bagian I : Ketika Tambang Tumbuh Subur, Ekologi Hancur dan Air Mata Mengalir
Baca Juga : Bagian V : Ketika Tambang Tumbuh Subur, Ekologi Hancur dan Air Mata Mengalir
