Banjir Lumpur Tambang Landa Desa Subaim, SPI Haltim Salurkan Bantuan Pangan untuk 20 Petani

 

Ilustrasi Bencana Ekologis dan Bantuan DPC SPI HALTIM

Cogoipa, Haltim Bencana banjir lumpur yang bercampur limbah tambang melanda lahan pertanian dan permukiman di Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, pada 10 Mei 2026. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada kebun kelapa, tanaman hortikultura, serta menurunkan kualitas sumber air warga. (18/Mei/2026)

Merespons situasi tersebut, Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Halmahera Timur bersama sejumlah pihak melakukan aksi solidaritas dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada petani terdampak. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 14 hingga 16 Mei 2026.

Nurhakiki, Ketua DPC SPI HALMAHERA TIMUR  menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membantu kebutuhan dasar petani, meringankan beban pasca-bencana, serta membangun komunikasi awal untuk pendampingan pemulihan kebun dan ruang hidup masyarakat.

“Kami ingin mendengar langsung kondisi dan kebutuhan petani di lapangan. Ini langkah awal untuk membangun solidaritas dan komunikasi yang berkelanjutan,” ujarnya dalam laporan tertulis yang diterima redaksi.

Sebelum penyaluran, tim SPI Haltim melakukan pendataan awal terhadap petani terdampak dan menyiapkan logistik. Media publikasi kegiatan awalnya direncanakan menggunakan spanduk bertema "Rehabilitasi Pertanian Agroekologi Pasca Bencana", namun disederhanakan menjadi "Bersama Memulihkan Kebun dan Ruang Hidup Petani Pasca Bencana" agar lebih mudah dipahami masyarakat. 

DPC SPI Haltim gunakan metode kunjungan langsung ke rumah-rumah warga dan kebun yang terdampak. Jenis bantuan yang disalurkan berupa paket pangan sementara, yakni beras, telur, dan minyak goreng. Setidaknya 20 paket bantuan diberikan kepada 20 petani yang lahannya juga terdampak (20 kebun).

Selama proses penyaluran, tim melakukan dialog dengan petani mengenai kondisi kebun, perubahan aliran sungai, kerusakan tanaman, serta kebutuhan mendesak lainnya.

SPI Haltim berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun solidaritas, komunikasi, dan pendampingan berkelanjutan bagi petani terdampak banjir lumpur dan limbah tambang di Desa Subaim.

“Kami berharap hubungan antar masyarakat dapat tetap terjaga, serta terbuka ruang bersama untuk memikirkan langkah-langkah pemulihan kebun dan ruang hidup petani secara bertahap,” demikian penutup laporan kronologis kegiatan tersebut. (*)

Lebih baru Lebih lama