Fasilitas Publik Adalah Wajah Pemimpin Daerah

Foto Ilustrasi
Mungkin masih banyak di antara kita yang belum sepenuhnya menyadari satu hal penting. Setiap hari, bahkan setiap saat, kita sebenarnya menemukan tanda-tanda yang sangat menentukan kualitas pemimpin di daerah kita. Namun, ironisnya, kita kerap menganggapnya sebagai hal yang biasa saja.

Coba renungkan sejenak. Setiap kali kita bepergian—entah menggunakan speedboat, kapal, atau mobil—kita pasti singgah di pelabuhan. Di sana, saat kita butuh buang air kecil atau besar, apa yang kita temukan? Kamar mandi yang buruk, kotor, dan tidak layak. Hal serupa juga kita jumpai di terminal. 

Bahkan di fasilitas publik lain seperti kampus, kantor pemerintahan, atau ruang publik lainnya, kondisi toilet yang memprihatinkan seolah sudah menjadi pemandangan yang biasa.

Namun, buruknya fasilitas publik tidak berhenti di kamar mandi saja. Masih banyak masalah lain yang tak kalah penting. Banyak fasilitas publik yang sama sekali tidak ramah terhadap kelompok rentan: difabel, ibu menyusui, ibu hamil, hingga orang yang sedang sakit. Mereka kesulitan mengakses fasilitas publik karena tidak tersedia jalur landai, ruang laktasi, atau toilet khusus. Ini menunjukkan ketidakhadiran negara bagi warganya yang paling membutuhkan.

Lebih parah lagi, banyak fasilitas publik yang terbengkalai. Jalan-jalan rusak berlubang di mana-mana. Gedung-gedung megah yang dibangun dengan uang rakyat—berasal dari pajak—justru tidak dimanfaatkan. Ada yang mangkrak, tidak terawat, bahkan rusak sebelum sempat digunakan. Ini bukan hanya soal pemborosan anggaran, melainkan juga bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.

Lalu, apa hubungannya dengan pemimpin daerah? Sangat erat. Cara paling konkret untuk menilai apakah seorang pemimpin benar-benar berpihak pada kepentingan publik adalah dengan melihat kondisi fasilitas publik di sekeliling kita. 

Sebab, pemimpin yang peduli pada rakyatnya tidak akan membiarkan toilet pelabuhan kotor, tidak akan membiarkan gedung-gedung publik tidak ramah difabel, dan tidak akan mendiamkan jalan rusak serta gedung mangkrak yang dibangun dari uang rakyat.

Fasilitas publik adalah cermin nyata dari keberpihakan seorang pemimpin. Jika kita ingin menilai pemimpin daerah, jangan lihat hanya dari omongan atau janji-janjinya di media. Lihatlah toilet di pelabuhan, lihatlah trotoar yang ramah disabilitas, lihatlah apakah gedung-gedung publik benar-benar difungsikan untuk kesejahteraan rakyat.
Lebih baru Lebih lama