Cogoipa, Halbar– Dewan Pengurus Cabang Serikat Petani Indonesia (DPC SPI) Kabupaten Halmahera Barat menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-I yang berlangsung di Desa Baru, Kecamatan Ibu Selatan. Musyawarah yang berlangsung dengan penuh hikmat ini diikuti oleh perwakilan petani, perempuan petani, dan pemuda tani dari tiga desa, yakni Desa Baru, Desa Podol, dan Desa Adu. (Senin 18 Mei 2026 )
Muscab kali ini turut dihadiri oleh Ketua Wilayah Serikat Petani Indonesia (SPI) Maluku Utara, Ali Akbar Muhammad. Sementara itu, sejumlah perwakilan petani dari desa-desa lain yang tidak dapat hadir secara langsung turut mengikuti jalannya musyawarah secara daring.
Ali Akbar Muhammad secara resmi membuka musyawarah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan sejarah pembentukan SPI serta menekankan pentingnya organisasi petani bagi para petani di Halmahera Barat.
Para perwakilan petani dari masing-masing desa kemudian menyampaikan berbagai problem dan kebutuhan yang mendesak. Sejumlah masalah mendasar yang teridentifikasi antara lain:
- Lahan dan Alat Produksi: Petani masih menggunakan alat-alat tradisional seperti cangkul dan linggis yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas.
- Akses Jalan Tani: Akses jalan menuju lahan pertanian, khususnya di Kecamatan Ibu Selatan, dinilai sangat tidak memadai.
- Wilayah Adat: Masyarakat adat Suku Wayoli hingga saat ini belum memiliki pemetaan wilayah adat, sehingga menyulitkan mereka mempertahankan tanah adat ketika berhadapan dengan korporasi.
- Pemasaran Hasil Panen: Petani, termasuk petani jagung, mengeluhkan tidak adanya akses pasar yang jelas sehingga mereka bingung menjual hasil panen. Beberapa fasilitas seperti bangunan solid dan pembuatan alas kaki juga sudah tidak berfungsi.
Musyawarah kemudian berhasil menyepakati Ahoab Joma sebagai Ketua DPC SPI Halma Barat periode pertama. Dalam sambutannya usai ditetapkan, Ahoab Joma menyatakan, "Saya berharap dengan kerja sama ini, SPI semakin jaya dan semakin militan dalam mengawal masalah-masalah petani."
Ahoab Joma juga memaparkan dua fokus utama perjuangan DPC SPI Halma Barat ke depan. Pertama, persoalan jalan tani yang disebutnya sebagai "jantung kehidupan masyarakat petani." Menurutnya, jalan tani yang tidak memadai seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah.
Kedua, keberadaan PT Geoternal yang dinilainya sebagai ancaman serius. "PT Geoternal ini bukan menjadi solusi bagi masyarakat petani, tapi menjadi penghambat petani itu sendiri," tegas Ahoab.
Musyawarah Cabang ke-I DPC SPI Halma Barat ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta. (*)
