![]() |
COGOIPA.ONLINE JAKARTA – Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Tengah (Hipma Halteng), Hamdani Abdurahim, menyatakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Tengah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati. Kekecewaan ini disampaikan secara terbuka melalui sebuah video, menyusul ketidakhadiran pejabat daerah tersebut dalam acara pelantikan pengurus Hipma Halteng Jabodetabek yang baru-baru ini digelar.
Pelantikan di Gelar pada 01 Februari 2026 di Ibu Kota Negara Republik Indonesi, Jakarta.
Dalam pernyataannya, Hamdani Abdurahim menegaskan bahwa kehadiran dan dukungan pemimpin daerah sangat berarti bagi semangat dan motivasi pelajar serta mahasiswa asal Halmahera Tengah yang menempuh pendidikan di luar daerah, khususnya di wilayah Jabodetabek.
“Kami sangat kecewa dengan ketidakhadiran Bapak Bupati dan Wakil Bupati dalam momentum penting organisasi kami ini. Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi bentuk komitmen kami untuk berkontribusi bagi daerah,” ujar Hamdani, sebagaimana dikutip dari video yang beredar.
Ia menambahkan, pelantikan pengurus ini merupakan wadah strategis untuk menyatukan visi dan menggalang potensi pemuda asal Halteng yang berada di ibu kota. Kehadiran pemimpin daerah, menurutnya, akan menjadi simbol nyata perhatian dan dukungan pemerintah terhadap generasi mudanya.
Hamdani berharap kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemda Halmahera Tengah. Ia menekankan agar pemerintah daerah lebih memperhatikan dan membangun komunikasi yang intensif dengan para pelajar dan mahasiswa, baik yang masih berada di dalam daerah maupun yang sedang menuntut ilmu di luar daerah.
“Kami harap ke depan ada perhatian yang lebih konkret. Pelajar dan mahasiswa adalah aset dan calon pemimpin masa depan daerah. Dukungan moral dan kebijakan yang berpihak sangat kami butuhkan,” pungkasnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Halmahera Tengah terkait pernyataan kekecewaan dan ajakan evaluasi dari Ketua Umum Hipma Halteng tersebut. Acara pelantikan tersebut sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan organisasi daerah, serta ratusan pelajar dan mahasiswa asal Halmahera Tengah yang berdomisili di Jabodetabek.(*)
