![]() |
| Penulis Dodie Latuharihari |
Sebenarnya hal positif seperti ini tidak pantas dia giring menjadi sesuatu yang bersifat polemik
Seharus mari kita sebagai orang timur pelaku musik timur, penikmat musik timur dan pelaku industri timur (ekosistem) sama-sama melihat ini sebagai suatu terobosan, suatu kemajuan suatu ledakan energi dari kesempatan momem momen berharga musik timur menjadi pusat perhatian nasional dan global saat ini.
kenapa saya bilang ini kesempatan:
Saya pelaku musik indoneaia timur selama 25 tahun apa yang terjadi dengan perkembangan kami?
staknan, dalam artian level kami hanya sebatas penyanyi kampung yang di katagorikan sebagai penyanyi musik tradisional, dengan demikin apapun yang kami lakukan level kami hanya sebatas itu, dan apakah dulu pernah lagu timur masuk dalam kategori award di indonesia? Gak pernah kan? Di lirik juga gak sama industri pertelevisian nasional, Padahal penjualan album kami bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan copy, pernah dengar lagu: parcuma, dingin, poco poco, tobelo dan masih banyak lagi.
Ini intermeso sebelum saya masuk ke dalam apa itu “timurnesia”.
ini adalah momen yang tepat di saat anak2 timur merasa karya musik mereka sudah harus di pandang dan di akui sabagai karya yang bukan hanya lada (lagu daerah, tradisional) tapi semangat membawa bahasa daerah kami dengan balutan musik modern etnik yang memiliki cirikhas ketimuran yang melekat sebagai nadi yaitu IDENTITAS kulturan kami sebagai orang timur.
Sehingga lewat mendikbud dan pa wamen giring, kami meminta adanya forum diskusi untuk membahasan masa depan musik timur dalam blantika musik tanah air, lewat forum yang di hadiri sekitar 50an musisi senior dan junior yang hadir kami membicarakan masa depan musik timur, bukan semata-mata untuk kepentingan Sekarang, tapi ini adalah legesi untuk generasi musik indonesia timur yang akan datang.
Sehingga lewat keputusan bersama, negara Republik Indoneaia lewat kementrian pendidikan dan kebudayaan mengakui dan mensahkan bahawa semua karya anak2 timur yang mengangkat kultur, budaya, bahasa dan etnik dalam sentuhan Musik dalam berbagai genre beada dalam satu payung identitas sebagai simbol persatuan semua musisi timur di tanah air, menuju pengakuan setara sebagai musik nasional dalam blantika musik indonesia.
Sehingga pada saatnya nanti kita akan mendengar: MUSIK POP INDONESIA
akan ada juga POP TIMURNESIA.
Sadap ka seng? Sadap to?
Saatnya orang timur tidak bisa di adudomba❤️
