KETEGANGAN GLOBAL MENINGKAT, SEJUMLAH NEGARA SIAGA DI TIMUR TENGAH

Ilustrasi Va Safi'i 

COGOIPA.ONLINE-Situasi geopolitik global dilaporkan mengalami eskalasi signifikan pada hari ini. Sejumlah informasi yang beredar luas di berbagai kanal internasional dan media sosial menunjukkan peningkatan aktivitas militer dan evakuasi di kawasan Timur Tengah.

Pengamatan Internasional Va Safi'i mengatakan: 

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, diduga telah meninggalkan wilayah Palestina menggunakan pesawat khusus “Sion Wing” dengan tujuan yang hingga kini belum diumumkan secara resmi. Pada saat yang sama, Israel dilaporkan mulai membuka bunker-bunker perlindungan sipil serta mengaktifkan kembali sistem pertahanan udara Iron Dome sebagai langkah antisipatif.

Selain itu, Pangkalan Udara Nevatim, salah satu fasilitas strategis Angkatan Udara Israel, disebut mulai dikosongkan. Sejumlah negara Uni Eropa dan beberapa negara lain juga dilaporkan telah mengevakuasi warganya dari wilayah Israel dan Iran, menandakan meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap potensi konflik terbuka.

Dari pihak Iran, beredar informasi bahwa pemerintah setempat telah memberlakukan larangan terbang (no-fly zone) di wilayah udaranya serta melakukan pembatasan sistem navigasi GPS, meskipun belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan alasan dan durasinya.

Sementara itu, aktivitas militer Amerika Serikat dan sekutunya juga dilaporkan meningkat. Pesawat tempur AS disebut mulai ditarik dari pangkalan militernya di kawasan Teluk, bersamaan dengan pergerakan pesawat pengisian bahan bakar udara dari wilayah Pasifik menuju Timur Tengah. Di sisi laut, kapal induk Angkatan Laut AS dikabarkan meninggalkan Laut China Selatan dan bergerak ke arah kawasan konflik.

Tidak hanya Amerika Serikat, pesawat pengebom milik Inggris juga dilaporkan terdeteksi meninggalkan wilayah Inggris menuju arah Timur Tengah, menambah spekulasi akan adanya operasi militer besar atau peningkatan kesiapsiagaan aliansi Barat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah-pemerintah terkait mengenai keseluruhan informasi tersebut. Namun para pengamat menilai situasi ini sebagai salah satu momen paling genting dalam dinamika geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir.

Masyarakat internasional diimbau untuk tetap menyalakan handphone, memantau perkembangan informasi dari sumber resmi 

Lebih baru Lebih lama