Cogoipa, Halteng – Pemerintah Kecamatan Weda menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Kota Weda pada Rabu (25/2).
Agenda strategis ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi dan kebutuhan pembangunan di wilayahnya masing-masing.
Sejak pagi hari, para peserta yang terdiri dari perwakilan setiap desa se-Kecamatan Weda telah memadati lokasi acara. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, terlihat suasana yang hidup dan penuh semangat.
Para peserta, yang terdiri dari aparatur desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok perempuan dan pemuda, tampak antusias mengikuti jalannya agenda dari awal hingga akhir. Mereka tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi juga aktif dalam diskusi dan penyampaian usulan program prioritas untuk desa mereka masing-masing.
Musrembang kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Suasana religius dan penuh kebersamaan sangat terasa mewarnai jalannya musyawarah.
Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, para peserta tetap fokus dan bersemangat dalam merumuskan usulan-usulan pembangunan yang akan dibawa ke tingkat kabupaten.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Bahri Sudirman, selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Tengah, hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut.
Dengan ciri khasnya yang akrab di masyarakat, beliau mengenakan kopiah dan kacamata, serta tampil dengan senyum yang penuh keibadahan, mencerminkan semangat Ramadhan yang sedang dijalani.
Kehadiran Bahri Sudirman, Sekda Halmahera Tengah dengan penampilannya yang sederhana namun berwibawa semakin menambah semarak acara. Beliau membuka secara resmi rangkaian agenda Musrembang dengan didampingi oleh jajaran Forkopimcam dan para kepala desa se-Kecamatan Weda.
Dengan terselenggaranya Musrembang ini, diharapkan seluruh usulan prioritas dari sembilan desa di Kecamatan Weda dapat terakomodasi dengan baik dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Halmahera Tengah.
Masyarakat pun berharap agar hasil musyawarah ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga dapat ditindaklanjuti dengan aksi nyata pembangunan yang merata dan berkeadilan.(*)
