COGOIPA, HALTENG – Momen penting bagi organisasi kepemudaan dan kebudayaan Desa Tepeleo. Acara Pelantikan dan Dialog kepengurusan baru Sanggar Gelet Pilim PNU Epele serta Karang Taruna Desa Tepeleo digelar dengan mengusung semangat kebangkitan pemuda dan pelestarian budaya lokal. (23 September 2026)
Acara ini mengangkat dua tema utama, yakni tema pelantikan "Pemuda dan Identitas Kultur Orang Tepeleo" serta tema dialog "Pemuda Berkarya, Tepeleo Berdaya". Kegiatan tersebut bertujuan meresmikan struktur kepengurusan baru sekaligus menjadi wadah diskusi bagi para pemuda dalam merefleksikan peran mereka sebagai penjaga tradisi dan penggerak pembangunan di Desa Tepeleo.
Pelantikan berlangsung pada Jumat, 18 September 2026, bertepatan dengan 6 Rabiul Akhir 1448 H, pukul 20.30 WIT. Karang Taruna Desa Tepeleo resmi dilantik oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Halmahera Tengah. Turut hadir Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kebudayaan, empat kepala desa definitif, yakni Kepala Desa Palo, Pantura Jaya, Batudua, dan Tepeleo, serta dua Penjabat (Pj.) Kepala Desa Persiapan, yaitu Pj. Kepala Desa Epele dan Pj. Kepala Desa Bomdi. Acara berjalan khidmat hingga penghujung kegiatan.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Publik bertema "Pemuda Berkarya, Tepeleo Berdaya". Melalui wadah Karang Taruna, para pemuda diharapkan memiliki kesempatan mengimplementasikan kreativitas, keterampilan, dan kemampuan berinovasi, terutama bagi mereka yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa melalui kolaborasi dengan pemerintah desa setempat.
Ketua Karang Taruna Desa Tepeleo, Yudistira Johan, dalam wawancaranya dengan cogoipa.online menyampaikan bahwa aturan dasar Karang Taruna secara nasional berpedoman pada Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 25 Tahun 2019 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. AD/ART Karang Taruna menjadi pedoman resmi bagi organisasi sosial kemasyarakatan pemuda di tingkat desa atau kelurahan.
"Pemuda/i Karang Taruna Desa Tepeleo harus jadi garda terdepan bagi kemajuan Desa Tepeleo serta berpartisipasi aktif dalam agenda-agenda Pemerintah Desa setempat," tegas Yudistira.
Ia juga mengutip pidato Bung Karno, "Beri Aku 10 Pemuda, niscaya akan kugoncangkan dunia," yang menekankan kekuatan besar pemuda dalam mengubah sejarah. Menurutnya, pemuda Indonesia memiliki sejarah, dan pemuda Tepeleo pun mampu menukir sejarah. "Perubahan terbesar harus dimulai dari diri sendiri. Pemuda punya semangat juang dan keinginan tinggi, namun tentu harus mawas diri," ujarnya.
Semangat dan komitmen pemuda dibuktikan usai pelantikan. Pada Sabtu, 19 September 2026, pemuda Karang Taruna Desa Tepeleo berkolaborasi dengan Pemerintah Desa setempat melalui aksi nyata gotong royong dalam persiapan pengecoran Masjid Al-Atiq Desa Tepeleo. Rencana pengecoran oleh panitia masjid dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026. Diharapkan agenda tersebut berjalan lancar sesuai waktu yang telah ditentukan panitia.
Dengan adanya pelantikan dan dialog ini, Sanggar Gelet Pilim PNU Epele dan Karang Taruna Desa Tepeleo diharapkan dapat bersinergi dalam memperkuat identitas kultur masyarakat Tepeleo serta menciptakan program-program nyata yang memberdayakan pemuda dan masyarakat setempat.(*)
.png)