Surat Terbuka Kades Bobane Jaya untuk Kapolda dan Gubernur Malut: Jangan Korbankan Warga demi Pencitraan

 Kepada Yth.

Bapak Kapolda Maluku Utara
Ibu Gubernur Maluku Utara

di
Tempat

Dengan hormat,

Tidak mengurangi rasa hormat kami, melalui surat ini kami ingin menyampaikan beberapa hal terkait kepentingan penangkapan pelaku pada tanggal 3 April 2026. Menurut kami, mengapa harus ada pihak yang dikorbankan, padahal KUHAP terbaru sudah menjelaskan secara yuridis formal mengenai prosedur yang seharusnya dijalankan.

Bukankah Bapak Kapolda dan Ibu Gubernur baru melakukan satu kali pemanggilan, dan yang bersangkutan telah hadir secara kooperatif untuk kepentingan pemeriksaan di Polres Halmahera Tengah? Para terduga juga selama ini menunggu proses hukum berikutnya.

Namun, harapan dan kenyataan kemudian tidak sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam KUHAP. Masyarakat dan keluarga para terduga pelaku juga merasa tidak diperlakukan secara adil dalam konteks hukum oleh Bapak/Ibu. Masyarakat dan keluarga para terduga pelaku hanya dikejutkan dengan cara Bapak Kapolda dan Ibu Gubernur mengeluarkan SOP penangkapan yang menurut kami cacat atau tidak sesuai dengan semangat KUHAP.

Saran kami kepada Bapak Kapolda dan Ibu Gubernur:

Agar tidak banyak anggaran yang keluar dan tidak lagi berjatuhan korban, kiranya dapat dibuatkan surat panggilan terlebih dahulu. Apabila surat panggilan tersebut tidak diindahkan sampai 2–3 kali, barulah dapat diambil tindakan lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan yang kondusif di lingkungan masyarakat serta menjaga ketertiban. Jangan sampai kita justru menciptakan konflik sosial dan menimbulkan dendam yang berkepanjangan.

Jangan hanya mencari popularitas, pencitraan, dan mengambinghitamkan kelompok lain.

Tujuan kita satu, yaitu untuk kesejahteraan rakyat dan menciptakan suasana yang bahagia di lingkungan masyarakat.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Terima kasih.

Hormat kami,


Lebih baru Lebih lama