Cogoipa, Halut-Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh beberapa organisasi yakni Gamhas, GMNI, GMKI, LMND, BEM FAKULTAS TEOLOGI, PPMI, SENTRAL adalah sebuah gerakan yang dilakukan untuk merespon hari buruh internasional dan hari pendidikan nasional. 04/05/2026.
"Mosi tidak percaya terhadap PEMDA dan DPRD Halmahera Utara" menjadi tema sentral dari Gerakan ini, hal ini di karenakan masih banyak persoalan di basis rakyat yang tidak becus di selesaikan, Mulai dari masalah infrastruktur pendidikan, biaya pendidikan, dan kekerasan dalam dunia pendidikan.
Selain itu, persoalan buruh industri dan non industri juga tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah mulai dari upah buruh yang tidak sesuai dengan standar UMP, jaminan keselamatan serta hak perlindungan buruh yang masih terabaikan.
Ada Juga Persoalan lain yang kerap diabaikan oleh pemerintah daerah seperti krisis air bersih di masyarakat nelayan TPI 2, dan di desa ruko, dan juga persoalan mafia BBM subsidi yang masih berkeliaran namun tidak diusut secara tuntas dan transparan.
Salah satu ketua Organisasi Gerakan Mahasiswa yang tergabung dalam aksi ini, yaitu Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) Sektor Uniera Risnofri Dadi, menekankan bahwa Pemerintah Daerah selaku lembaga eksekusi dan DPRD sebagai lembaga legislatif harus lebih serius dalam melihat serta menyelesaikan segala tuntutan masyarakat.
Menurutnya, bahwa persoalan tersebut sudah disampaikan berulang-ulang kali melalui aksi-aksi demonstrasi, tetapi lambatnya tindakan pemerintah daerah yang bertanggungjawab penuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Kami meminta pertangung jawaban dari pada pihak PDAM, PEMDA DAN DPRD Kabupaten halmahera agar secepatnya merealisasikan tuntutan kami dan menyelesaikan segala persoalan yang telah kami sampaikan, salah satunya krisis air bersih yang ada di Kabupaten Halmahera Utara.
Kami Menegaskan, apabila tuntutan kami tidak di indahkan, maka jangan salahkan kami jika pada aksi berikutnya kita akan melibatkan masyarakat untuk melakukan perlawanan.
