![]() |
| Ilustrasi cogoipa.online |
COGOIPA, HALTENG – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) masih menjadi keresahan warga. Pemerintah daerah setempat pun didesak untuk mengambil sikap cepat dan melakukan tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar memberi komentar di media.
Sebelumnya, media ini memberitakan keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan BBM serta melonjaknya harga di tingkat pengecer yang mencapai Rp35.000 per liter. Kondisi ini dinilai semakin membebani masyarakat.
Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Halteng, Hulidan Husen, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya telah mengutus orang untuk mengecek langsung kondisi di lapangan. Ia juga menuturkan bahwa pasokan BBM baru saja masuk ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan proses pengisian untuk kendaraan warga sudah mulai dilakukan.
Meski demikian, keresahan masih menyelimuti masyarakat. Juardi Salasa, saat dihubungi melalui WhatsApp, menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah segera bergerak. Ia meminta agar faktor kelangkaan ini dipastikan secara jelas, apakah benar-benar terjadi karena keterbatasan pasokan atau ada indikasi permainan oleh oknum pengecer.
"Harapan masyarakat, pemerintah harus turun lapangan memastikan faktor kelangkaan BBM ini benar-benar adanya ataukah hanya permainan pengecer. Tindakan dari pemerintah daerah harus sikap cepat," ujar Juardi.
Ia menambahkan, masyarakat membutuhkan tindakan nyata dari Pemerintah Daerah melalui instansi terkait seperti Ekbang dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemda Halteng. "Kami butuh Pemda melalui Ekbang SDM Pemda Halteng, harus bertindak nyata, jangan hanya berkomentar di media," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian SPBU mulai melayani pengisian, namun warga masih berharap adanya pengawasan yang ketat agar distribusi BBM berjalan lancar dan harga di pengecer kembali normal.(*)
