Lailatul Qadar: Kemuliaan di Ujung Ramadhan dan Pintu Ampunan

Foto baznaz.go.id, keistemewaan Malam Lailatul Qadar

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan momen yang sangat mulia. Di antara malam-malam tersebut terdapat Lailatul Qadar, malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Bahkan lebih baik dari seribu bulan

Dikutip dari laman bmm.or.id, para ulama dari berbagai mazhab memiliki pandangan yang berbeda mengenai waktu terjadinya Lailatul Qadar. Imam Syafi'i berpendapat bahwa Lailatul Qadar dapat terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, dan kemungkinan besar jatuh pada malam ke-27. Pendapat ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Hal senada juga disampaikan melalui media islam.nu.or.id yang memberikan penjelasan terhadap hadis tersebut:

"Dalam judul bab (tarjamah) ini terdapat isyarat mengenai kuatnya pendapat bahwa Lailatul Qadar hanya ada di bulan Ramadhan, kemudian (lebih spesifik) pada sepuluh malam terakhir, kemudian pada malam-malam ganjilnya, dan tidak terbatas pada satu malam tertentu saja. Inilah yang ditunjukkan oleh kumpulan dalil-dalil (khabar) yang ada mengenai hal tersebut." (Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari, [Mesir, Maktabah Salafiyyah: 1390 H], jilid IV, halaman 260).

Dilansir dari laman baznas.go.id, berikut beberapa keistimewaan Malam Lailatul Qadar yang menjadikannya sebagai pintu kebaikan yang terbuka luas bagi umat Islam:

1. Nilai Pahala yang Dilipatgandakan: Malam Lailatul Qadar memiliki keistimewaan yang besar karena pada malam tersebut pahala amal ibadah dilipatgandakan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Begitu pula dengan shalat pada Malam Lailatul Qadar, pahalanya melebihi ibadah selama seribu bulan.

2. Momen Rezeki dan Ampunan: Malam Lailatul Qadar adalah waktu yang sangat tepat untuk memohon rezeki dan ampunan kepada Allah SWT. Dalam keadaan penuh khusyuk dan kesungguhan, umat Islam dapat memohon kepada-Nya untuk mengabulkan doa-doa mereka, memberikan rezeki yang berlimpah, dan mengampuni dosa-dosa mereka.

3. Penghapusan Dosa: Allah SWT berjanji akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat dengan sungguh-sungguh pada Malam Lailatul Qadar. Oleh karena itu, malam ini merupakan saat yang sangat penting bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, bertaubat, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

4. Kesempatan Mendekatkan Diri kepada Allah: Malam Lailatul Qadar adalah momen yang sangat istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah, dzikir, doa, dan tafakur. Dalam suasana yang hening dan khusyuk pada malam yang penuh berkah ini, umat Islam dapat merenungkan makna kehidupan, mensyukuri nikmat-Nya, dan memperkuat ikatan spiritual dengan Sang Pencipta.

Sebagai penutup, kemuliaan Lailatul Qadar disebutkan di laman muslim.or.id bahwa Lailatul Qadar bukan sekadar malam yang mulia dalam teori, tetapi ia adalah kesempatan nyata yang dapat mengubah nasib akhirat seseorang. Ia mungkin hanya datang sekali seumur hidup. Betapa banyak orang yang pada Ramadhan tahun lalu masih bersama kita, namun kini telah berada di alam kubur? Siapa yang dapat menjamin bahwa kita akan bertemu Ramadhan berikutnya?

Oleh karena itu, jangan biarkan sepuluh malam terakhir berlalu tanpa kesungguhan. Jangan jadikan kelelahan sebagai alasan untuk berhenti, sebab justru di ujung perjuangan itulah kemenangan besar menanti. Hidupkanlah malam-malam itu dengan salat malam, doa, istigfar, dan tadabbur Al-Qur’an. Perbanyaklah permohonan ampun dengan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.(*)

 

Lebih baru Lebih lama