Ironi Proyek Food Estate Halmahera Tengah: Gagal Total, SPI Halteng Usul Jadi Kawasan Daulat Pangan

Pasar Rakyat yang dibuat warga terdampa Proyek Foood Estate, Desa Tilope/Sosowomo

Cogoipa, Halteng – Sebuah nota kesepahaman (MOU) pernah ditandatangani dengan penuh harapan di Hotel Sahid Bela pada 06 Juni 2023. Kerja sama antara Pemerintah Daerah Halmahera Tengah dan PT. Multi Pola Halmahera Group serta PT.IWIP itu diteken oleh Penjabat (PJ) Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangaji, dengan tujuan mulia menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan ketahanan pangan atau food estate.(11/03/25)

Namun, saat tim cogoipa.online melakukan pengecekan langsung pada Maret 2026, fakta di lapangan jauh dari kata harapan. Proyek yang direncanakan di atas lahan hampir 300 hektare itu justru menyisakan pemandangan memprihatinkan. 

Rumput yang tumbuh di lokasi Proyek Food Estate 

Lahan yang dulunya merupakan area pertanian warga yang digusur tanpa ganti rugi kini hanya ditumbuhi rumput liar. Tak ada tanda-tanda kehidupan dari program ketahanan pangan yang dicanangkan.

Kegagalan proyek food estate ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga meninggalkan luka dan duka mendalam bagi warga yang tanahnya tergusur.

Rumput tumbuh tidak ada tanaman pangan di Proyek Food Estate Halteng 

Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Halmahera Tengah, Simon Hulahi, yang ditemui dan diwawancarai tim cogoipa.online, menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai lahan seluas 300 hektare tersebut sangat disayangkan jika terus dibiarkan terlantar.

"Kawasan luas 300 hektare ini daripada menganggur, mestinya melalui dinas terkait ada inovasi yang benar-benar menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan pangan," ujar Simon.

Rumput tumbuh tidak ada tanaman pangan di Proyek Food Estate Halteng

Lebih lanjut, SPI Halmahera Tengah mengajukan usulan alternatif. "Bagaimana kalau kawasan 300 hektare itu menjadi kawasan yang dikelola langsung oleh rakyat (petani), alias menjadi kawasan Daulat Pangan. Terkait seperti apa modelnya, kami siap memberikan konsep jika pemerintah mau," tegasnya. (*)

Lebih baru Lebih lama