COGOIPA.ONLINE- Tokoh-tokoh besar seperti Lenin menggunakan koran dan media sebagai alat untuk mengorganisir kaum buruh dan rakyat. Hal itu terjadi jauh di era Uni Soviet.
Di Indonesia, praktik serupa juga dilakukan oleh Tirto Adhi Soerjo, yang mendirikan media priayi. Istrinya, Princes Van Kasiruta, atau Boki Fatimah, juga membangun koran Poetri Hindia.
Meskipun Tirto Adhi Soerjo ditetapkan sebagai bapak pers nasional, bagi saya itu belum lengkap. Tanpa dukungan dan peran Princes Van Kasiruta, Tirto mungkin tidak akan sehebat itu.
Oleh karena itu, tepat jika kita juga menyatakan dengan jelas bahwa Princes Van Kasiruta—putri Sultan Bacan, perempuan asal Maluku Utara—adalah perempuan pertama yang mendirikan pers di Indonesia.
Media dan koran merupakan bagian dari kebudayaan baru Indonesia. Indonesia lahir dari tradisi kebudayaan, rapat akbar, diskusi, pemogokan, aksi massa, sastra, dan juga media-koran. Itulah wujud kebudayaan baru yang bernama Indonesia.
Selamat Hari Pers Nasional, 09 Februari 2026.(*)

