Bantuan Rumah Layak Huni Rp250 Juta di Sagea Diduga Tak Sesuai Fakta, Warga Minta Itikad Baik Kontraktor

Gani, Warga Sagea Penerima Bantuan Rumah Layak Huni

COGOIPA, HALTENG
– Seorang warga Sagea bernama Gani mengeluhkan bantuan rumah layak huni yang ia terima melalui unggahannya di Grup Facebook Nuansa Halmahera Tengah. Rumah tersebut terletak di Dusun 2, depan lapangan bola kaki Sagea.(18 Oktober 2026)

Media ini mencoba menghubungi yang bersangkutan secara langsung. Saat diwawancarai, ia menyampaikan:

"Saya sebenarnya tidak punya keinginan atau berharap untuk mendapatkan rumah layak huni. Hanya saja karena kontraktor mencari orang yang sudah punya fondasi untuk dibangunkan rumah layak huni. Saya akhirnya menerima bantuan rumah layak huni ini."

Ia kemudian melanjutkan bahwa bantuan rumah layak huni tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, seharusnya seluruh bahan rumah layak huni ditanggung oleh pemerintah. Namun kenyataannya, justru ia yang menanggung semuanya.

Ia menyebut anggaran berkisar Rp250 juta. Sementara Fahris, selaku pemilik CV, hanya menanggung 100 sak semen, besi 40 staf, dan kayu kap 5 kubik. Bahkan, papan proyek pun tidak ada.

Gani mengaku sudah berupaya berkomunikasi dengan pihak CV, tetapi tidak digubris. Ia bahkan sudah berupaya berkompromi, termasuk membayar sendiri upah tukang. Namun hingga saat ini, pihak CV tidak merespons. Selama pembangunan rumah, ia juga mengaku pihak CV tidak pernah terlihat mendatangi mereka.

Ia berharap ada itikad baik dari pihak CV dan berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti keluh kesahnya tersebut.

Upaya menghubungi pihak CV sudah dilakukan oleh media ini,hanya sampai berita ditayangkan belum ada konfirmasi. (*)