![]() |
| Ilustrasi cogoipa.online |
Cogoipa, Halteng– Heboh kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) melanda Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara. Berdasarkan pantauan di media sosial, keluhan warga membanjiri linimasa Group Facebook Nuansa Halmahera Tengah. Warga menyebut sulitnya mendapatkan BBM mulai berdampak pada aktivitas kerja dan memicu lonjakan harga tidak wajar di tingkat eceran. (25 MARET 2026 )
Keluhan paling masif muncul dari kelompok pekerja yang bergantung pada kendaraan bermotor untuk beraktivitas. Salah satunya disampaikan oleh akun Facebook atas nama Kadar R. Dalam statusnya, ia menyampaikan pesan kepada pemerintah daerah agar segera turun tangan.
"Assalamu'alaikum. Kepada yg terhormat BAPAK / IBU Yg punya koneksi langsung dengan Bapak Bupati HALTENG kalo bisa di bantu sampaikan untuk meninjau permainan BBM yg ada di di daerah weda, lelilef sampai sagea. secara serentak kehabisan Stok BBM Mohon di bantu, karena kami yg bekerja di PT IWIP Bergantung pada BBM untuk bisa sampai di tempat kerja," tulisnya.
Keresahan serupa juga disuarakan oleh akun Berita Panas Tinggi. Ia mengingatkan bahwa kelangkaan ini berpotensi memicu harga BBM meroket seperti yang sempat terjadi di masa lalu. "Tinggal tunggu imbasnya Minya hilang. maka terjadilah 1liter 90.000 lagu Lamah Lee .Apa kabar Pemerintah tutup talinga Deng mata?" tulisnya dengan nada kesal.
Tidak hanya soal kelangkaan, warga juga mulai menyoroti dugaan praktik penimbunan yang dilakukan oleh sejumlah oknum. Akun Facebook bernama J Akebai menuntut pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak ke depot-depot atau kios penjualan.
"Assalamualaikum. Salam re hormat..! Di minta kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas terkait, agar sekarang juga melakukan inspeksi di setiap depot (Kios2) yang melakukan penimbunan minyak jenis Pertamax dan pertalite. Karena adanya Isyu kelangkaan minyak sehingga ada oknum2 yg sengaja memanfaatkan keadaan tersebut. Dan ini akan terjadi lonjakan harga minyak yg tidak sesuai. bagi yang tidak patuh maka izin usahanya di cabut," tegasnya.
BACA JUGA : Dapur MBG Aer Salobar, Weda Selatan, Halteng Sudah Layani Ribuan Pelajar
Berdasarkan pantauan cogoipa.online, hampir seluruh akun yang memberikan komentar di berbagai unggahan tersebut merupakan warga Halmahera Tengah yang mengungkapkan keresahan serupa. Bahkan, di kolom komentar, sejumlah warga mengaku terpaksa membeli BBM dalam kemasan botol dengan harga yang sangat bervariasi dan di luar harga eceran tertinggi (HET).
"Saya beli satu botol kena 35 ribu," tulis salah satu warganet. Keluhan lain menyebutkan harga bervariasi mulai dari Rp25.000 hingga kekhawatiran akan mencapai Rp40.000 per botol jika kelangkaan terus berlanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan Pertamina selaku pengelola distribusi BBM di wilayah tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kelangkaan dan langkah-langkah penanganan yang akan dilakukan.
Warga berharap aparat penegak hukum dan dinas perindustrian dan perdagangan segera melakukan operasi pasar serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan penimbunan yang meresahkan masyarakat.
