PT SDA Bantah Opini Miring, Tegaskan Kebakaran di Hutan Mabapura Tak Terkait Aktivitas Operasional Perusahaan

 

Proses Pemadaman dilakukan oleh PT Sumberdaya Arindo (PT SDA), Terkait Kebakaran Hutan yang Terjadi di Hutan Maba, Halmahera Timur


COGOIPA, HALMAHERA TIMUR – Terkait Isu yang berkembang, mengaitkan PT Sumberdaya Arindo (PT SDA) sebagai penyebab utama kebakaran hutan di wilayah konsesi perusahaan mendapatkan klarifikasi tegas dari manajemen. Pihak PT SDA menegaskan bahwa informasi yang beredar di publik tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

 

Melalui wawancara langsung via telpon, Aminudin, selaku Corporate Social Responsibility (CSR) ER Superintendent PT SDA, memberikan penjelasan komprehensif terkait kronologi kejadian dan upaya pemadaman yang telah dan terus dilakukan oleh perusahaan. Aminudin menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi saat ini berada di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT SDA, namun yang perlu menjadi perhatian publik adalah status kawasan tersebut.

 

"Kami perlu meluruskan bahwa lokasi yang terbakar saat ini masih merupakan kawasan hutan yang virgin atau perawan. Di lokasi tersebut, belum terdapat aktivitas operasional atau kegiatan eksploitasi apapun dari PT SDA. Oleh karena itu, tuduhan atau opini yang mengaitkan kejadian kebakaran ini dengan aktivitas operasional PT SDA adalah tuduhan yang tidak berdasar dan tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan," tegas Aminudin pada Senin (24/8/2026).

 

Upaya Pemadaman Empat Hari Penuh, Terkendala Medan Ekstrem

 

Lebih lanjut, Aminudin menjelaskan bahwa kebakaran hutan ini pertama kali terdeteksi beberapa hari lalu dan sejak saat itu, PT SDA langsung bergerak cepat. Hingga hari ini, Senin (24/8/2026), perusahaan telah melakukan upaya penanggulangan secara masif selama empat hari berturut-turut. PT SDA tidak bergerak sendiri; mereka menggandeng elemen masyarakat setempat serta Pemerintah Desa untuk bahu-membahu melakukan pemadaman dan pengendalian api di lokasi kejadian.

 

"Sejak awal kejadian, kami langsung menurunkan Emergency Response Team (ERT) atau Tim Tanggap Darurat perusahaan. Tim ini dikerahkan untuk membantu proses penanggulangan bersama masyarakat dan perangkat desa. Kami tidak tinggal diam," ujar Aminudin.

 

Namun, upaya maksimal tersebut tidak serta merta berjalan mulus. PT SDA mengakui bahwa mereka menghadapi kendala teknis yang signifikan di lapangan, terutama terkait aksesibilitas. Lokasi kebakaran yang berada di kawasan hutan perawan belum memiliki infrastruktur jalan atau akses darat yang memadai. Kondisi ini menyebabkan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik perusahaan maupun pemerintah daerah tidak dapat menjangkau titik-titik api secara langsung.

 

"Kami mengakui kendala utamanya adalah akses. Belum ada jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat atau mobil Damkar. Untuk mengatasi hal ini, kami mengandalkan strategi pemadaman menggunakan sistem pompa estafet. Melalui metode ini, kami menyambung-sambung selang dari sumber air terdekat untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses di tengah hutan," jelasnya.

 

Koordinasi Lintas Sektor untuk Penanganan Lanjutan

 

Pada hari yang sama, Senin (24/8/2026), PT SDA mengambil langkah strategis dengan mengintensifkan koordinasi bersama pemerintah desa dan aparat keamanan. Rapat koordinasi darurat digelar untuk mempersiapkan langkah penanganan lanjutan yang lebih masif dan terkoordinasi.

 

"Pada hari ini juga, kami telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa Soasangaji dan Pemerintah Desa Soalaipoh, serta dengan Brigif TP 28/Bari Pola Halmahera Timur. Kami berdiskusi untuk mempersiapkan strategi baru yang lebih terstruktur dan melibatkan lebih banyak unsur di lapangan," kata Aminudin.

 

Kerjasama ini diharapkan mampu mengerahkan sumber daya yang lebih besar, mengingat keterbatasan akses yang ada. Keterlibatan unsur militer diharapkan mampu membantu membuka jalur atau memberikan dukungan logistik dan personel tambahan yang dibutuhkan dalam upaya pemadaman di medan yang berat.

 

Komitmen Berkelanjutan

 

Menutup pernyataannya, Aminudin menegaskan komitmen penuh PT SDA untuk terus berada di garda terdepan dalam upaya penanggulangan kebakaran ini. Pihaknya berjanji akan terus melakukan upaya pemadaman hingga kondisi kebakaran benar-benar dapat dikendalikan dan dipastikan aman.

 

"PT SDA berkomitmen untuk terus melakukan upaya penanggulangan hingga kondisi kebakaran dapat dikendalikan. Kami tidak akan berhenti di tengah jalan. Selain itu, kami terus berkoordinasi dengan masyarakat, pemerintah desa, dan seluruh pihak terkait. Kami berharap opini yang simpang-siur di media sosial dapat segera diluruskan, karena saat ini fokus utama kita semua adalah memadamkan api dan menyelamatkan hutan," pungkas Aminudin.

 

Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih terus berlangsung di lokasi kejadian dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan.(*)

Lebih baru Lebih lama