![]() |
| Foto Istimewa Masyarakat Adat Wasile |
Cogoipa, Haltim– Masyarakat adat Desa Wasile, Kecamatan Wasile Selatan, secara tegas menolak rencana pemberian bantuan sosial berupa sembako dari PT Arumba Jaya Perkasa (AJP). Penolakan ini disampaikan dalam sebuah perundingan bersama Kepala Desa yang berlangsung di Kantor Desa Wasile pada Senin, 16 Maret 2026.
Kepada media cogoipa.online masyarakat menyatakan sikap tegas didasari oleh sejumlah pertimbangan prinsipil. Masyarakat menilai bahwa PT AJP hingga saat ini belum memberikan respon yang memadai terhadap tuntutan yang telah mereka sampaikan sebelumnya.
Pemberian sembako yang diprogramkan untuk masyarakat di tujuh desa lingkar tambang dipandang sebagai upaya untuk membeli kesadaran perjuangan warga, mengalihkan isu tuntutan, serta dianggap tidak menghormati masyarakat Desa Wasile sendiri.
Puncak kekecewaan masyarakat juga dipicu oleh ketiadaan komunikasi formal dari pihak perusahaan. Hingga berbulan-bulan aktivitas produksi dan pengambilan bijih nikel berlangsung di wilayah tersebut.
PT AJP dinilai belum mengagendakan sosialisasi tatap muka dengan masyarakat lingkar tambang, termasuk Desa Wasile, terkait aktivitas dan rencana kerja perusahaan.
"Bukan kami tidak menghargai niat baik dari PT AJP. Namun, yang kami inginkan adalah respon positif terhadap tuntutan masyarakat desa lingkar tambang, termasuk Desa Wasile," ungkap Ripe pemuda Des Wasile, demikian pernyataan sikap yang disepakati dalam perundingan tersebut.
Dalam pernyataan sikapnya, Pemuda dan Masyarakat Adat Desa Wasile menegaskan beberapa poin penting:
1. Belum Menerima Bantuan: Mereka menyatakan belum dan tidak akan menerima bantuan sosial apapun dari PT AJP sebelum ada titik terang terkait isi surat tuntutan yang telah dikirimkan kepada perusahaan.
2. Prioritas Dialog: Tuntutan utama masyarakat saat ini adalah agar perusahaan mengadakan sosialisasi dan dialog secara langsung.
3. Membangun Hubungan Baik: Masyarakat menginginkan hubungan baik dengan PT AJP dibangun melalui dialog dan perhatian yang serius terhadap aspirasi warga, bukan melalui jalan pintas berupa pembagian sembako.
Masyarakat Desa Wasile berharap PT Arumba Jaya Perkasa dapat segera merespons tuntutan mereka dan membuka ruang dialog untuk menjalin hubungan yang lebih konstruktif ke depannya.(*)
