Heboh di Tidore: Wali Kota Sinyalir PHK PPPK, Ribuan Pegawai Ancaman Boikot

Protes PPPK di Depan Kantor Walikota Tidore Kepulauan

Cogoipa, Tikep- Dikutip dari facebook Zulfikar Saman, kabar mengejutkan datang dari Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, secara terbuka menyatakan bahwa kemampuan keuangan daerah saat ini tidak lagi memungkinkan untuk membayar gaji seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik yang berstatus penuh waktu maupun paruh waktu. (06 Juli 2026)

Pernyataan tersebut langsung memicu gelombang penolakan dari ribuan PPPK yang terdampak. Dalam  mereka menyatakan keberatan secara resmi dan mengancam akan memboikot seluruh aktivitas perkantoran apabila kebijakan dirumahkan (furlough) benar-benar diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan.

"Kami meminta kejelasan dan solusi yang berpihak pada nasib ribuan keluarga. Jika pemkot tetap memaksa, maka kami tidak akan tinggal diam," ujar salah satu perwakilan PPPK yang enggan disebutkan namanya.

Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah pemutusan hubungan kerja secara massal merupakan solusi yang tepat dalam menghadapi defisit anggaran, atau masih ada alternatif lain yang lebih bijaksana? (*)

Lebih baru Lebih lama