![]() |
| Quonita S. H. Haris |
Cogoipa,Jakarta– Berasal dari daerah bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Pesan itulah yang ingin disampaikan oleh Quonita S. H. Haris, atau yang akrab disapa Ayu, mahasiswi asal Halmahera Tengah, Maluku Utara, yang kini tengah menjalani Program Internship Logistik selama satu tahun di Jepang.
Perjalanan Ayu menuju Negeri Sakura bukanlah kisah yang terjadi dalam semalam. Di balik keberhasilannya, terdapat proses panjang yang dipenuhi dengan kerja keras, keberanian, dan tekad untuk terus mengembangkan diri.
Lahir dan dibesarkan di Halmahera Tengah, Ayu menghabiskan masa sekolahnya hingga lulus dari SMA Negeri 1 Halmahera Tengah. Sejak duduk di bangku sekolah, ia telah memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, seperti banyak anak daerah lainnya, ia menyadari bahwa perjalanan menuju cita-cita membutuhkan usaha yang tidak sedikit.
Selepas lulus SMA, Ayu aktif mencari berbagai peluang pendidikan dan beasiswa. Baginya, kesempatan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dicari dan diperjuangkan. Tekad tersebut membawanya merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan di Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti.
Merantau menjadi pengalaman yang penuh tantangan. Beradaptasi dengan lingkungan baru, hidup mandiri jauh dari keluarga, serta menghadapi dinamika perkuliahan menjadi bagian dari proses yang membentuk karakter dan mentalnya. Meski demikian, berbagai tantangan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar.
Selama menempuh pendidikan di ITL Trisakti, Ayu aktif memanfaatkan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri. Ia mengikuti beragam kegiatan akademik maupun pengembangan kompetensi sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Kesempatan besar kemudian datang ketika kampus membuka seleksi Program Internship Logistik di Jepang. Ayu memutuskan untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi yang meliputi administrasi, pelatihan, peningkatan kemampuan bahasa, hingga persiapan budaya kerja. Berkat kerja keras dan kesungguhannya, ia berhasil lolos dan kini menjalani program internship selama satu tahun di Jepang.
Bagi Ayu, kesempatan tersebut bukan sekadar pengalaman bekerja di luar negeri. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang belajar untuk memahami budaya kerja Jepang yang dikenal disiplin, meningkatkan kompetensi profesional di bidang logistik, serta memperluas wawasan dalam lingkungan internasional.
"Menjadi anak daerah bukan berarti kita memiliki batas untuk bermimpi. Justru dari daerah saya belajar tentang kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba. Saya percaya, selama kita terus belajar dan memanfaatkan setiap kesempatan, akan selalu ada jalan untuk berkembang," ungkap Ayu.
Ia berharap kisah perjalanannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya putra-putri Halmahera Tengah, agar tidak ragu melanjutkan pendidikan, mencari beasiswa, serta berani mengambil peluang yang dapat mengembangkan potensi diri.
Perjalanan Ayu membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih oleh siapa saja, tanpa memandang asal daerah. Dengan tekad, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar, setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui langkah yang kini ditempuh di Jepang, Ayu berharap dapat membawa pulang pengalaman dan pengetahuan yang kelak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi inspirasi bagi generasi muda di Halmahera Tengah untuk terus berani bermimpi dan berkarya.(*)
