![]() |
| Abdul Kadir Uswanas |
Cogoipa, Ternate– Peta persaingan menuju kursi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara periode 2026–2029 mulai memanas. Salah satu nama yang cukup mencuri perhatian kader di berbagai daerah adalah Abdul Kadir Uswanas, atau akrab disapa Dedi, seorang pengusaha muda dengan jejaring dan pengalaman organisasi yang luas.
Berdasarkan penelusuran cogoipa.online, Dedi lahir di Jayapura pada 1999, pria berusia 27 tahun ini merupakan putera daerah keturunan Papua-Tidore yang menyatakan siap maju dalam kontestasi internal HIPMI Malut. Meski masih terbilang muda, Dedi dinilai memiliki modal kuat: kombinasi antara pengalaman organisasi, kapasitas kepemimpinan, dan rekam jejak wirausaha yang mumpuni.
Saat ini, Dedi menjabat sebagai Ketua Bidang XII BPD HIPMI Maluku Utara periode 2022–2025. Selama berkarier di organisasi, ia dikenal aktif mendorong penguatan kapasitas kader muda serta memperluas kolaborasi antarpengusaha di Bumi Kie Raha.
Dari sisi pendidikan, Dedi menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pengalamannya berproses di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) turut membentuk karakter kepemimpinan dan ketahanan organisasinya. Tak heran, banyak kader menilai figur ini matang secara intelektual dan emosional untuk memimpin HIPMI Malut ke depan.
Di dunia usaha, Dedi tercatat mengelola sejumlah perusahaan di sektor konstruksi dan energi. Pengalaman membangun bisnis dari bawah menjadi bekal penting memahami tantangan riil yang dihadapi pengusaha muda saat ini.
Dedi juga berasal dari keluarga dengan tradisi panjang dalam pelayanan publik. Ia putra dari Mohammad Uswanas, tokoh Papua-Tidore yang pernah menjabat Bupati Fakfak dua periode (2010–2015 dan 2016–2021). Kini, sang ayah dipercaya sebagai Koordinator Wilayah Indonesia Timur Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Namun bagi Dedi, pencalonannya bukan sekadar ajang kompetisi politik organisasi. Ia mengaku memiliki niat tulus untuk merajut kembali kebersamaan HIPMI Maluku Utara, yang dalam hampir satu tahun terakhir dilanda dinamika dan konflik internal berkepanjangan.
Sebagai putera daerah berdarah Tidore, Dedi ingin menjadikan HIPMI Malut sebagai rumah besar bagi seluruh kader, tanpa memandang latar belakang maupun kelompok kepentingan. Visinya: organisasi yang menjadi ruang kolaborasi nyata, melahirkan pengusaha-pengusaha muda kompetitif tingkat nasional bahkan internasional.
Komitmen ini mendapat respons positif dari sejumlah kader dan pengurus HIPMI di daerah. Salah satu pengurus BPC HIPMI menyebut kehadiran Dedi sebagai angin segar.
“Dedi figur yang sudah dinanti saat ini untuk menyatukan kembali seluruh pihak yang berkepentingan di HIPMI Maluku Utara. Beliau punya kapasitas merangkul semua elemen, memberdayakan kader HIPMI daerah agar naik kelas menjadi pengusaha nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Pandangan itu sejalan dengan visi Dedi selama ini: membangun HIPMI Malut yang inklusif, solid, dan berorientasi penguatan kaderisasi serta pengembangan usaha.
Tak heran, di tengah harapan akan lahirnya kepemimpinan baru yang membawa persatuan, sejumlah kader mulai menjulukinya “Cahaya dari Timur”. Julukan itu lahir dari keyakinan agar kehadirannya menjadi titik temu berbagai perbedaan dan menyalakan semangat baru bagi masa depan HIPMI Malut.
Dengan modal pengusaha muda, pengalaman organisasi panjang, serta komitmen merangkul seluruh kader, Abdul Kadir Uswanas kini menjadi salah satu figur kunci dalam perebutan kursi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029. Di tengah dinamika yang masih berlangsung, banyak pihak berharap momen ini menjadi awal persatuan dan kebangkitan HIPMI Malut yang sebenarnya. (*)
