Ada kerinduan yang dalam untuk melihat Cokaiba kembali berjaya di Patani Barat. Kerinduan itu bukan sekadar keinginan untuk menghidupkan kembali sebuah tradisi, melainkan kerinduan untuk menemukan kembali identitas, kebersamaan, dan nilai-nilai leluhur yang perlahan-lahan tergerus oleh perubahan zaman.
Cokaiba bukan sekadar sebuah ritual. Ia adalah warisan, identitas, dan kebanggaan yang pernah hidup dalam masyarakat. Di dalamnya tersimpan ingatan tentang leluhur, nilai kebersamaan, penghormatan terhadap adat, serta cara masyarakat memahami dirinya sendiri.
Namun, seiring berjalannya waktu, cahaya itu perlahan meredup. Para pemimpin adat dan orang-orang tua yang dahulu menjadi tempat bertanya satu per satu pergi. Bersamaan dengan itu, pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi ikut terancam hilang. Perubahan cara hidup masyarakat membuat generasi muda semakin jauh dari adat dan tradisi yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Karena itu, mengembalikan kejayaan Cokaiba tidak berarti mengulang masa lalu. Kita tidak mungkin kembali ke zaman yang telah berlalu. Yang perlu dilakukan adalah mengambil kembali nilai-nilai yang pernah membuat Cokaiba kuat, kemudian menghidupkannya dalam kehidupan masyarakat Patani Barat hari ini.
Langkah pertama adalah kembali kepada akar. Para tetua, pemimpin adat, tokoh masyarakat, dan mereka yang masih menyimpan pengetahuan tentang Cokaiba perlu dihimpun. Ingatan mereka harus diselamatkan dan diwariskan.
Cerita leluhur, hukum adat, bahasa, simbol, nilai-nilai kehidupan, serta makna yang terkandung dalam Cokaiba perlu digali kembali. Jangan sampai pengetahuan itu hilang bersama orang-orang yang selama ini menjaganya.Cokaiba harus dipahami bukan hanya dari bentuk luarnya, tetapi dari nilai yang membuatnya dahulu dihormati dan dijunjung tinggi.
Kebudayaan tidak mungkin tumbuh kuat di tengah masyarakat yang terpecah. Karena itu, membangkitkan Cokaiba juga berarti membangun kembali persaudaraan di Patani Barat.Luka-luka lama perlu disembuhkan. Perbedaan perlu dibicarakan melalui musyawarah. Kepentingan bersama harus ditempatkan lebih tinggi daripada kepentingan pribadi maupun kelompok. Sebab, Cokaiba tidak akan memiliki kekuatan apabila masyarakat yang mewarisinya kehilangan rasa saling percaya dan kebersamaan.
Cokaiba tidak boleh berhenti sebagai cerita tentang masa lalu. Generasi muda harus menjadi bagian dari upaya menghidupkannya kembali.Mereka perlu mengenal sejarah, bahasa, adat, tradisi, dan kearifan lokal Patani Barat. Mereka perlu mengetahui bahwa sebelum mereka lahir, ada generasi yang telah menjaga warisan ini dengan susah payah. Mengenal akar bukan berarti menolak perubahan. Justru dengan mengenal akar, generasi muda dapat bergerak ke masa depan tanpa kehilangan arah. Sebab sebuah tradisi akan benar-benar hilang bukan ketika ritualnya berhenti dilakukan, melainkan ketika generasi mudanya tidak lagi merasa memiliki.
Kebangkitan Cokaiba juga tidak dapat dipisahkan dari persoalan kehidupan masyarakat. Berbagai peristiwa yang pernah melukai dan memecah masyarakat tidak boleh terus diwariskan sebagai luka. Kebenaran harus dicari. Keadilan harus ditegakkan. Persoalan-persoalan yang mengganggu kehidupan masyarakat harus diselesaikan melalui jalan yang bermartabat dan mengutamakan kepentingan bersama. Sebab adat bukan hanya tentang bagaimana sebuah ritual dilaksanakan. Adat juga berbicara tentang bagaimana manusia hidup bersama, saling menghormati, dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan.
Mungkin kita sering merasa bahwa kejayaan Cokaiba telah hilang. Tetapi sesungguhnya, barangkali ia tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya tertidur di tanah leluhur. Menunggu anak-anaknya kembali pulang. Menunggu mereka bersatu. Menunggu mereka mengingat kembali siapa diri mereka. Dan ketika masyarakat Patani Barat kembali memegang teguh adat, menjaga tanah leluhur, merawat persaudaraan, menghormati para tetua, serta mewariskan pengetahuan kepada generasi muda, Cokaiba akan menemukan kembali kekuatannya.
Bukan untuk menjadi bayangan masa lalu. Bukan pula untuk menolak perubahan zaman. Melainkan untuk menjadi kekuatan baru yang tumbuh dari akar leluhur dan hidup di tangan generasi masa kini.Sebab menjaga Cokaiba pada akhirnya bukan hanya menjaga sebuah tradisi. Ia adalah menjaga ingatan tentang siapa kita.
.png)