Oleh Ali Akbar Muhammad
Sebelum bulan Agustus yang dikenang sebagai bulan kemerdekaan Indonesia berakhir, sudah menjadi kewajiban kita sebagai generasi muda untuk tidak melupakan sejarah. Halmahera Tengah tidak hanya dikenal memiliki pejuang kemerdekaan yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, yakni H. Salahudin dari Patani. Namun, tepat di ibu kota Kabupaten Halmahera Tengah, yaitu Weda, terdapat pula tokoh penting dengan kontribusi besar terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia adalah Muhammad Dji Husin.
Muhammad Dji Husin bergabung dengan organisasi politik Persatuan Indonesia (PI). Pada tahun 1946 kemudian dipercaya menjadi Ketua Cabang Weda.
Menurut berbagai sumber, PI didirikan atas usulan Sultan Ternate sekitar tiga bulan setelah kemerdekaan Indonesia, yakni pada November 1945. Dalam perubahan anggaran dasar pada Desember 1945, organisasi ini secara tegas menyatakan perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia 100 persen.
Pada awal pembentukan, kepengurusan PI dipimpin oleh Ketua Prins Nasir Syah, dengan staf yang terdiri atas M. Ali Kamaruddin (Om Sau), Abdullah Badir, Arnold Mononutu, dan lain-lain. Untuk menggelorakan semangat kemerdekaan 100 persen, pimpinan partai kemudian diserahkan kepada Arsyad Hanafi beserta jajarannya.
Pada 9 April 1946, dilakukan perubahan susunan pengurus pusat PI. Ketua partai berganti dari Arsyad Hanafi menjadi Dr. Chasan Busoiri, dengan Sekretaris Jenderal Arnold Mononutu, serta dibantu oleh Zen Assagaf, Supit Rumopa, dan kawan-kawan. Ketua Kehormatan dijabat oleh M. Ali Kama (Om Sau).
Perjuangan PI semakin meluas. Para pimpinan PI bahkan mengadakan pertemuan dengan Sultan Ternate. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa perjuangan PI tidak akan dilakukan dengan cara kekerasan. Dari kesepakatan itu, dibentuklah Seksi Pemuda di bawah pimpinan A.L. Rompies dan Taher Zougira. Seksi ini bertugas membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). TKR juga memiliki hubungan dengan Persatuan Perjuangan (PP) di Jawa, karena TKR menjadi salah satu laskar yang tergabung dalam Persatuan Perjuangan Tan Malaka yang dibentuk pada 3 Januari 1946 dengan tujuh butir program minimum, salah satunya adalah “berunding atas dasar pengakuan kemerdekaan 100%.”
Perjuangan menuju kemerdekaan 100% dari kolonialisme terus berlanjut. PI yang pada awalnya hanya memiliki satu cabang berkembang menjadi sembilan cabang. Pada akhir tahun 1946, jumlah anggota PI tercatat sekitar 10.000 orang dengan rincian:
- Cabang Ternate: 3.000 anggota
- Cabang Tobelo/Galela: 500 anggota
- Cabang Tidore: 1.500 anggota
- Cabang Bacan: 1.500 anggota
- Cabang Makian: 1.000 anggota
- Cabang Sanana: 1.500 anggota
- Cabang Weda: 500 anggota
- Cabang Jailolo: 500 anggota
- Cabang Morotai: dan lain-lain
Salah satu aspek penting dalam perjuangan PI adalah munculnya para pelopor militan dan progresif yang menyebarkan semangat kemerdekaan 100% hingga ke desa-desa. Tiga di antaranya adalah Muhammad Dji Husin, Ismail Sjahjoan (Pimpinan Cabang PI Sanana), dan Yap Tek Hang (Pimpinan Cabang PI Tidore). Muhammad Dji Husin bersama para pemimpin cabang PI lainnya terus gencar melakukan propaganda dan konsolidasi kemerdekaan di berbagai desa di Maluku Utara.
Muhammad Dji Husin adalah tokoh yang memiliki kontribusi besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Sebagai generasi muda, kami menolak untuk melupakan jasanya. Di bulan kemerdekaan ini, sudah sepantasnya kita terus mengenang para pendahulu yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan, sehingga kita dapat menikmati kemerdekaan yang kini memasuki usia ke-81. Kami pun menegaskan bahwa Muhammad Dji Husin layak mendapatkan gelar pahlawan, setara dengan H. Sahudin Talabudi dan para pahlawan lainnya.
Tulisan ini diolah dari berbagai referensi, buku Perjuangan Rakyat Maluku Utara Membebaskan Diri Dari Kolonialisme “Hi. Hamid Kotambunan”, Kepulauan Rempah, Adnan Amal, dan dari berbagai artikel. Tulisan ini juga belum lengkap, penulis selanjutnya akan menelusuri sejarah, fakta, data, agar tokoh Muhammad Dji Husin bisa diketahui secara lengkap oleh Generasi Halmahera Tengah saat ini dan di masa depan (*)
