Cogoipa, Halteng - Kegiatan karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 digelar di Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, dengan mengangkat tema pertanian dan perikanan sebagai potensi utama masyarakat setempat. (18 Agustus 2026)
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 28 kontingen yang berasal dari jenjang pendidikan TK hingga SMA/SMK serta masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Weda Selatan.
Panitia menjelaskan, karnaval tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil panen yang diperoleh masyarakat.
Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak 13 Agustus 2026, bersamaan dengan persiapan upacara bendera 17 Agustus, hingga pelaksanaan karnaval pada 18 Agustus 2026.
Kepanitiaan melibatkan panitia peringatan 17 Agustus, para guru, serta pemerintah Kecamatan Weda Selatan. Panitia dibentuk dan dikoordinasikan oleh pemerintah kecamatan, kemudian dibagi ke dalam sejumlah koordinator untuk menangani masing-masing bagian kegiatan.
“Tema yang kami angkat adalah pertanian dan perikanan karena potensi Weda Selatan ada di dua sektor tersebut, yaitu laut dan darat,” kata panitia.
Dalam pelaksanaannya, setiap kontingen menampilkan yel-yel, atraksi kekompakan, serta narasi yang menggambarkan tema pertanian dan perikanan. Peserta juga membawa dan memperlihatkan berbagai hasil pertanian dan perikanan masyarakat.
Sejumlah hasil pertanian seperti sayuran dan buah-buahan ditampilkan bersama hasil laut berupa ikan dan berbagai komoditas perikanan lainnya.
Bagi masyarakat, hal tersebut menjadi salah satu daya tarik utama karnaval karena mereka dapat melihat secara langsung hasil kerja para petani dan nelayan di wilayah Weda Selatan.
“Di karnaval ini kita bisa melihat hasil petani dan nelayan selama ini, seperti sayur-sayuran, buah dan ikan,” ujar salah seorang peserta.
Peserta mengaku mengikuti kegiatan tersebut untuk turut memeriahkan perayaan kemerdekaan. Sebelum pelaksanaan, masing-masing kontingen mempersiapkan atribut serta yel-yel yang akan ditampilkan selama karnaval.
Selain menjadi ajang menampilkan kreativitas, karnaval juga dinilai mampu memperkuat kebersamaan masyarakat. Antar-kontingen tidak tampil dalam suasana persaingan, melainkan bersama-sama memamerkan potensi pertanian dan perikanan yang dimiliki daerah mereka.
Panitia mengakui salah satu kendala dalam pelaksanaan kegiatan adalah pengaturan lalu lintas. Hal ini karena rute karnaval menggunakan jalur provinsi yang menghubungkan wilayah Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan serta menjadi jalur lalu lintas masyarakat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, panitia berkolaborasi dengan anggota Pramuka untuk membantu mengatur lalu lintas selama peserta melakukan long march.
Pemerintah Kecamatan Weda Selatan turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain tenaga dan koordinasi, pemerintah kecamatan juga melibatkan masyarakat dalam mempersiapkan lokasi dan berbagai kebutuhan karnaval.
Camat Weda Selatan menilai kegiatan tersebut penting karena dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat, desa, dan instansi di seluruh wilayah kecamatan.
Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap karnaval bukan hanya untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan, tetapi juga membangun silaturahmi antarinstansi dan antardesa.
Partisipasi masyarakat terlihat dari keterlibatan mereka dalam mempersiapkan lokasi, mendukung panitia, hingga mengikuti rangkaian kegiatan karnaval.
“Dengan adanya karnaval ini, masyarakat secara tidak langsung dapat bersilaturahmi antar-desa,” ujar perwakilan pemerintah kecamatan.
Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki setiap desa, baik desa pesisir maupun kawasan transmigrasi.
Sementara itu, masyarakat berharap tema karnaval pada tahun-tahun berikutnya dapat diperluas. Selain pertanian dan perikanan, mereka mengusulkan agar kebudayaan, pariwisata, dan berbagai potensi lokal lainnya turut ditampilkan.
“Semoga ke depannya Kecamatan Weda Selatan bukan hanya memamerkan hasil petani dan nelayan, tetapi juga budaya, wisata, dan potensi lainnya,” kata salah seorang peserta.
Karnaval tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi masyarakat Weda Selatan untuk mengenali, memperlihatkan, dan merayakan potensi yang mereka miliki.(*)
