![]() |
| Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si., Bupati Halmahera Tengah, saat menerima penghargaan. |
Cogoipa, Jakarta– Sebuah kebanggaan kembali menghampiri Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si., Bupati Halmahera Tengah, berhasil terpilih sebagai salah satu peserta unggulan dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026. (24 Juli 2026)
Penghargaan ini mengantarkannya untuk mempresentasikan Rencana Aksi Kepala Daerah (RENAKSI) di hadapan para petinggi pada momen penutupan yang digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri RI bersama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Pemilihan ini menjadi bentuk pengakuan atas kualitas RENAKSI yang dinilai memiliki landasan substansi yang kuat, penuh inovasi, mudah diaplikasikan, serta sejalan dengan agenda besar transformasi pemerintahan yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Pusat. Dari total 25 kepala daerah yang menjadi peserta KPPD Angkatan III, hanya tiga orang yang diberi kesempatan untuk menyampaikan rencana aksinya di forum puncak tersebut, di hadapan pimpinan BPSDM Kemendagri, jajaran Lemhannas, para widyaiswara, coach, mentor, dan rekan-rekan peserta lainnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Halmahera Tengah memaparkan Rencana Aksi yang diberi tajuk "Optimalisasi Sharing Benefit Hilirisasi Industri Nikel Menuju Resilient Community Berbasis SPBE." Gagasan ini menawarkan pendekatan baru dalam transformasi tata kelola pemerintahan, yakni dengan memadukan keuntungan dari hilirisasi nikel ke dalam berbagai program strategis daerah melalui pemanfaatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Inti dari inovasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan platform Collaborative Governance Integrated Public Assistance(CoGoIpa) yang berfungsi sebagai Executive Control Tower. Platform ini dirancang untuk menyatukan data dari seluruh perangkat daerah, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang berbasis bukti (evidence-based decision making), pemantauan program secara langsung (real time), serta penguatan sinergi antardinas.
Dengan pendekatan ini, beragam program unggulan Pemkab Halmahera Tengah—mulai dari pendidikan gratis, beasiswa daerah, layanan kesehatan tanpa biaya, perbaikan rumah tidak layak huni, perlindungan sosial bagi kelompok rentan, pemberdayaan UMKM, hingga aneka program kesejahteraan lainnya—dihimpun dalam satu ekosistem digital yang terpadu. Hal ini diharapkan dapat menjamin pelaksanaan program berjalan lebih efektif, tepat sasaran, terbuka, dan berkesinambungan. Pada ujungnya, pendekatan ini memastikan bahwa keuntungan ekonomi dari hilirisasi industri benar-benar mengalir hingga ke akar masyarakat.
Dalam pemaparannya, Bupati Ikram Malan Sangadji menekankan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak semata-mata terletak pada besaran investasi atau angka pertumbuhan ekonomi semata. Keberhasilan sejati, menurutnya, terwujud ketika nilai tambah dari hilirisasi dapat diwujudkan dalam peningkatan kualitas layanan publik, peningkatan taraf hidup masyarakat, dan terbentuknya ketahanan sosial melalui tata kelola pemerintahan yang modern dan berpijak pada data.
"Keberhasilan hilirisasi tidak cukup hanya diukur dari investasi yang masuk, tetapi dari seberapa besar manfaatnya menyentuh langsung kehidupan masyarakat—melalui pelayanan publik yang lebih baik, tata kelola yang terintegrasi, dan terbangunnya masyarakat yang tangguh," tegasnya.
Terpilihnya Bupati Halmahera Tengah sebagai wakil peserta terbaik menjadi bukti nyata pengakuan atas komitmen daerah tersebut dalam melahirkan terobosan kebijakan yang tidak hanya responsif terhadap tantangan lokal, tetapi juga mendukung agenda nasional melalui digitalisasi pemerintahan, penguatan pelayanan, dan optimalisasi dampak hilirisasi industri strategis.
Pencapaian ini sekaligus menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk terus menumbuhkan semangat inovasi, kolaborasi, dan profesionalisme dalam menjalankan roda pemerintahan. Dengan begitu, setiap kebijakan yang dilahirkan diharapkan mampu membawa manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Halmahera Tengah.(*)
